Langsung ke konten utama

program acara " BUAH HATIKU SAYANG" TVRI






BUAH HATIKU SAYANG
KOMUNIKASI MASSA B / NURLY MEILINDA AZHAR, S.Ikom M.Ikom /UTS-Analisis Program Siaran/2016




MUHAMMAD RIEZKO BIMA E.P
07031381320036
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
BUKIT BESAR, PALEMBANG




Pembahasan
T
elevisi Republik Indonesia (TVRI) mengudara pertama kali dengan menyiarkan secara langsung  pada tanggal 24 agustus 1962 siaran perdananya menayangkan upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia dari istana negara dan pembukaan asean games 1962  di Jakarta, Indonesia. Sebagai lembaga penyiaran publik TVRI mulai dari hierarki sampai dengan program siaran diatur oleh pemerintah SK MENPEN No. 20/SK/M/1961 tentang pembentukan persiapan televisi (P2T) dan 20 oktober 1963 keppres No. 215/1963 tentang pembentukan yayasan TVRI dengan pimpinan umun presiden Republik Indonesia dan  dengan landasan yang sama TVRI masih mengudara hingga kini .
Berhubungan dengan program siaran, TVRI terus berkembang melintasi lini masa. TVRI semakin dinamis dalam memetakan pola siaran, salah satunya adalah Buah Hatiku Sayang.   Buah Hatiku Sayang” merupakan salah satu program yang pertama kali siar pada 22 maret 2014 dengan klasifikasi audien “A” (anak – anak) yang di pandu oleh Shahnaz Haque dan Okke Oktavia. Tayang setiap hari senin – minggu pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB.  Buah Hatiku Sayang (BHS) Merupakan talkshow interaktif, informatif dan komunikatif seputar anak – anak dan orang tua terkhusus dengan Bundanya.  berisikan tentang dunia anak – anak Indonesia yang kreatif,cerdas serta berpribadi luhur dan berbudi pekerti santun.
Untuk melengkapi data, penulis mencoba menganalisis program siaran BHS dengan cara menonton talkshow tersebut di 3 episode terakhir yaitu pada tanggal 9, 10, dan 11 oktober 2016 dan mengkaitkanya pada teori komunikasi massa. Sehingga dapatlah  data sebagai berikut:
Menurut rakhmat (2011), definisi yang paling sederhana tentang komunikasi massa dirumusan Bittner (1980:10) yaitu, “ mass communication is massages communicated through a mass medium to a large number of people” ( komunikasi massa adalah pesan yang di komunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang). Berdasarkan definisi tersebut, dapat di artikan bahwa komunikasi massa merujuk pada pesan. Namun menurut Wiryanto (2000) “komunikasi massa merupakan tipe komunikasi manusia (human communication) yang lahir bersamaan dengan mulai di gunakannya alat-alat mekanik, yang mampu melipat gandakan pesan-pesan komunikasi. Dengan demikian, dapat di simpulkan bahwa komunikasi masa adalah sebuah bentuk komunikasi yang memanfaat kan media massa untuk menyebarluaskan pesan kepada khalayak luas pada saat yang bersamaan. Di artikan sebagai media massa yang dapat menimbulkan efek yang kuat, langsung, terarah dan segera. Model jarum suntik pada dasarnya adalah aliran satu tahap ( one step flows), yaitu media massa langsung kepada khalayaknya sebagai mass audience. Model ini mengasumsikan media massa secara langsung, cepat dan mempunyai efek yang amat kuat atas mass audience, media massa ini sepadan dengan teori stimulus- response(S-R) yang mekanistis dan sering di gunakan pada penelitian psikologi antara tahun 1930 dan 1940. Teori S-R mengajarkan, setiap stimulus akan menghasilkan response secara spontan dan otomatis.
Model Hypodermic Needle tidak melihat adanya variable-variable antara yang berkerja diantara permulaan stimulus dan respons akhir yang diberikan oleh mass audience. Elihu Kartz dalam bukunya. “the disffusion of new ideas and practices” menunjukkan aspek-aspek yang menarik dari model hypodermic needle ini, yaitu:
1.     Media massa memiliki kekuatan yang luar biasa, sanggup menginjeksikan secara mendalam ide-ide ke dalam benak orang yang tidak berdaya
2.     Mass audience dianggap seperti atom atom yang terpisah satu sama lain, tidak saling berhubungan dan hanya berhubungan dengan media massa. Kalau individu – individu mass audience berpendapat semua tentang suatu persoalan, hal ini bukan karena mereka berhubungan satu sama lain.
TVRI melalui program acara talkshow BUAH HATIKU SAYANG, yang tayang pada tanggal 9 oktober 2016 yang dipunggawai oleh Okke Oktavia dan Gracia Indrie menghadirkan narasumber seorang guru seni rupa berserta anak didiknya. Di episode ini BHS mencoba menyampaikan pesan bahwa di usia dini tingkat kreatifitas seorang anak dapat di asah atau mungkin seorang anak sudah memiliki kreatifitasan yang tinggi terutama di bidang seni rupa.

Pada tanggal 10 oktober 2016 di jam yang sama yaitu jam 15.00 WIB – 16.00 WIB, Buah Hatiku Sayang di punggawai oleh Okke Oktavian dan Gracia Indrie menghadirkan narasumber seorang guru vocal. Di episode ini tanggal 10 oktober 2016, BHS mencoba menyampaikan bagaimana anak-anak harus di beripengetahuan seputar lagu nasional dan juga lagu-lagu daerah yang bersegmentasi anak-anak. Indonesia memiliki banyak suku bangsa dan bahasa yang sedikit banyak anak-anak harus tauh. Setidaknya lagu lokal daerah tempat mereka tinggal.

Pada tanggal 11 oktober 2016 di jam yang sama yaitu jam 15.00 WIB – 16.00 WIB, Buah Hatiku Sayang di punggawai oleh Okke Oktavian dan angie menghadirkan narasumber kelompok kesenian tari Bali. Di episode ini tanggal 10 oktober 2016, BHS mencoba menyampaikan kesenian tari bali yang di tarikan oleh sekelompok anak – anak nusantara.  Dan juga mengundang narasumber seorang finalis abang none cilik tahun 2012 yang bernama Jovanka Anabelle Garcia, seorang anak perempuan dari pasangan pengusaha Evelin  dan Talito ini menyanyikan lagu rasa sayange lagu daerah NusaTenggara Timur dengan menggunakan gitar dan juga iya pandai berdongeng.
Dari analisis program acara Talkshow Buah Hatiku Sayang TVRI dan mencoba mengaitkan nya ke dalam teori komunikasi massa. Membuktikan lembaga penyiaran public ini telah berhasil mensegmentasikan anak- anak Indonesia, bagaimana tidak sedari dulu sudah banyak program – program yang di tujukan kepada anak – anak dan mengakar hingga kini. Yang kita ketahui budaya Indonesia adalah sopan santun saling menghormati sesama, ramah tamah penuh dengan senyuman dan keuletan berkerja. Dengan landasan itulah TVRI melalui BHS telah berhasil memberikan tontonan yang tidak hanya menghibur namun juga  mengedukasi  mass audience nya.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rangkuman Buku Merajut Kepemimpinan dan Leadership Smart Motivation

Rangkuman Buku Merajut Kepemimpinan dan Leadership Smart Motivation Karya Erdi Ali dan Donna Deeprose dirangkum & disusun oleh Muhammad Riezko Bima Elko Prastyo 07031381320036 Dosen pengasuh Dr. Raniasa Putra S.IP, M.SI Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya 2015-2016 Penulis telah merangkum dari berbagai pengalaman selama melaksanakan tugas baik sebagai pimpinan organisasi juga pengalaman memimpin lembaga, sehingga tulisan ini merupakan sesuatu yang dapat diaplikasikan oleh setiap orang dalam berorganisasi. Tergantung kita apakah memiliki motivasi yang tinggi atau tidak untuk maju selangkag pada arah yang benar agar seribu langkah kedepan memiliki arti penting. Katena sukses adalah proses perjalanan meniti karir, bukan sewaktu tiba di tempatnya. Oleh katena itu tulisan ini merupakan sebuah renungan, pemikiran, dan harapan masa depan untuk menyiapkan dan membentuk generasi muda menjadi pemimpin yang sukse...

VARIOUS ARTIS INDOMETAL

1. JUMBO JET – “Ambisi” ( eng. 'Ambition' ) 2. ROH HALUS – “Kebiadaban Moral” ( eng. 'Immorality' ) 3. BETRAYER – “Bendera Kuning” ( eng. 'Flag Of Death' ) 4. BANANA SPLIT – “Super Men” 5. TENGKORAK – “Konflik” ( eng. 'Conflict' ) 6. NORTH BATAVIA – “Hilang” ( eng. 'Gone' ) 7. GODLESS – “Kalifah Alambaka” ( eng. 'Hell Wanderer' ) 8. GRIGGER – “Provokasi” ( eng. 'Provocation' ) 9. SIKSAKUBUR – “Potongan Organtubuh” ( eng. 'Chopped Flesh' ) 10. PANIC DISORDER – “Serpihan Tubuh Membusuk” ( eng. 'Corned Rottenatomy' ) 11. AAARGH – “Eviliturgy” 12. DEATH VOMIT – “Kegelapan” ( eng. 'Darkness' ) 13. GENERATORS – “Biarin” ( eng. 'Let It Be' ) 14. GODZILLA – “Disintegrasi Moral” ( eng. 'Moral Disintegration' ) 15. SOULSICK – “Dalam Keysunyian” ( eng. 'In Silence' ) 16. AFTERTASTE – “Konfrantasi” ( eng. 'Confrontation' ) 17. ALTAR SCREAM – “Tota...

BURGERKILL ENCYCLOPEDIA

Burgerkill is an Indonesian music group formed in May 1995. In early 1997, they released their first song, "Revolt!", which became the opening track in the "Masaindahbangetsekalipisan" compilation. They band named after the American fast food restaurant Burger King . At the end of 1997, songs "Offered Sucks" and "My Self" appeared on Breathless compilation. Then in 1998, their single "Blank Proudness" was included in the Independent Rebel compilation. Since then, Burgerkill has been involved in many underground events in Indonesia and Malaysia . Burgerkill became the first Indonesian metal band to sign a six album contract for Sony Music Entertainment . At the end of 2003, they released their 2nd album, Berkarat . It was chosen as "Best Metal Production" at the 2004 Indonesian Music Awards . Their 3rd album Beyond Coma And Despair was released by their own record label "Revolt! Records" on August 2006. ...